Klinik Mitra Medika Abadi Subang: Penyakit Dalam
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Dalam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Dalam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 11 Agustus 2016

KENALI DULU PENYEBAB ASAM URAT LALU CEGAH PENYAKITNYA


Anda mungkin sudah sering dengar mengenai asam urat. Penyakit ini sering sekali terjadi pada orang dewasa menjelang usia lansia dan membuat penderitanya harus membatasi konsumsi beberapa jenis makanan tertentu.
asam urat
Apa tandanya Anda terkena asam urat? Salah satu gejala yang paling sering dikeluhkan adalah adanya rasa nyeri pada persendian kaki yang disertai dengan bengkak kemerahan. Penyakit asam urat memang semacam penyakit radang sendi yang menyebabkan rasa sakit pada sendi terutama pada malam hari. Meski termasuk penyakit umum bukan berarti Anda tidak bisa mengatasinya.

Macam-macam penyebab asam urat
Asam urat adalah hasil sisa metabolisme dari zat purin yang Anda dapatkan dari makanan yang dikonsumsi. Asam urat atau gout ini akan dibuang melalui urin dan juga tinja, namun apabila produksi asam urat dalam tubuh lebih banyak ketimbang yang dibuang, maka akan terjadi penumpukan asam urat pada persendian. Penumpukan asam urat inilah yang menyebabkan nyeri pada persendian.
Tingginya asam urat dalam darah berarti Anda mengkonsumsi makanan yang terlalu banyak mengandung zat purin misalnya jeroan, makanan laut, dan daging merah. Asam urat juga bisa meningkat karena kebiasaan minum minuman keras, minuman bergula tinggi, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, faktor keturunan, dan juga berbagai kondisi medis seperti hipertensi, diabetes, dan lainnya.

Cara mengatasi asam urat
Jika tidak diatasi dengan baik, asam urat bisa menyebabkan komplikasi penyakit lainnya seperti hipertensi, penyakit gangguan ginjal, gangguan saluran kemih, dan penyakit lainnya yang bisa semakin mengganggu kehidupan Anda. Berikut adalah beberapa cara untuk mengatasi dan menurunkan kadar asam urat.

1. Mengurangi zat purin
Zat purin adalah biangnya asam urat yang jumlah konsumsinya mesti dikendalikan. Beberapa makanan yang mengandung zat purin tinggi misalnya makanan berlemak tinggi dan beberapa jenis sayuran seperti bayam, jamur, kembang kol, kacang polong, kacang panjang, dan kacang merah. Makanan tersebut bukannya tidak boleh sama sekali dikonsumsi tapi harus dibatasi sehingga asam urat dalam darah juga bisa terkontrol.

2. Mengkonsumsi obat anti inflamasi
Jika Anda sudah terkena asam urat dan rasa nyeri pada sendi kambuh lagi, ada obat yang bisa dikonsumsi untuk mengurangi rasa nyeri.
Anda bisa mengkonsumsi obat non steroid atau OAINS atau bisa juga colchicine atau corticosteroids. Konsumsi obat tersebut apabila memang diperlukan dan rasa nyeri tidak tertahankan. Tapi sebelumnya Anda bisa coba menurunkan rasa nyeri dengan menempelkan kantung es batu pada bagian yang terasa nyeri terlebih dahulu.

3. Ramuan obat tradisional
Daun salam adalah bahan tradisional yang sudah lama dikenal bisa menurunkan kadar asam urat. Caranya adalah dengan merebus beberapa lembar daun salam yang direbus dengan air kemudian airnya diminum.
Pare yang biasa untuk sayur juga bisa direbus untuk diambil sarinya dan diminum demi mengontrol penyakit asam urat. Pare yang sudah dicuci lalu dibuang bijinya dan direbus hingga air sisa setengah. Air rebusan bisa langsung diminum setiap hari.

Makanan alami untuk rambut asam urat
Mengkonsumsi makanan yang bergizi seimbang serta mengubah pola gaya hidup menjadi lebih sehat adalah cara yang paling ampuh untuk mengatasi asam urat. Beberapa makanan yang baik untuk mengontrol kadar asam urat dalam darah adalah sebagai berikut.

1. Makanan kaya serat
Makanan yang banyak mengandung serat tidak hanya memperlancar proses metabolisme sehingga asam urat bisa dikontrol jumlahnya. Serat juga berguna untuk mengikat kelebihan asam urat dalam tubuh dan membuangnya bersama dengan sisa metabolisme lainnya.

2. Minyak zaitun
minyak zaitun
Bagi penderita asam urat sebaiknya menggoreng dan mengolah makanan dengan menggunakan minyak zaitun atau olive oil, bukannya minyak kelapa atau mentega. Menggoreng dengan minyak kelapa akan menghancurkan vitamin E yang diperlukan oleh tubuh untuk mengontrol kadar asam urat.

3. Buah ceri
buah ceri
Buah ceri juga bisa membantu Anda untuk menurunkan kadar asam urat. Kandungan senyawa dalam buah ceri bisa menetralkan asam urat yang tidak dipecah oleh ginjal sehingga tidak terjadi pengkristalan pada persendian. Penderita asam urat disarankan untuk mengkonsumsi setidaknya 30 buah ceri setiap hari untuk mengontrol asam urat.

Senin, 11 Juli 2016

10 Rekomendasi Untuk Mengontrol Gula Darah

Bagikan62Tweet about this on TwitterShare on Google+2
mengontrol gula darahDiabetes adalah suatu kondisi yang rumit karena ada begitu banyak faktor yang bisa mempengaruhi gula darah di tubuh anda.
Banyak penelitian yang telah dilakukan untuk menunjukkan jenismakanan terbaik bagi penderita diabetes. Dan ketika anda mengerti seberapa besar faktor makanan dapat mempengaruhi seseorang terhadap diabetes, atau mempengaruhi perkembangan seseorang dari penyakit, maka anda akan mudah memahaminya. Sementara makanan merupakan kunci utamanya, ada beberapa faktor lain yang dapat mempengaruhi kadar gula darah.

Beberapa Tips Mengontrol Gula Darah

Berikut ini adalah pilihan atau rekomendasi terbaik yang bisa anda lakukan untuk mempertahankan atau mengontrol kadar glukosa darah dan insulin yang sehat, seperti yang diberitakan oleh Reader’s Diggest’s Best Health.

1. Tertawa

Ilmuwan Jepang menunjukkan bahwa tertawa bisa menjadi obat yang murah untuk mengontrol kadar gula darah pada level yang baik. Penderita diabetes yang menonton film komedi setelah makan malam diketahui mengalami kadar gula darah yang lebih rendah dibandingkan mereka yang menyaksikan berita-berita membosankan. Jangan biarkan diri anda stres berkepanjangan saat mengalami diabetes. Tertawa sekali-kali tentunya bukanlah hal yang buruk.

2. Konsumsi Produk Susu

Sebuah studi yang melibatkan 3000 orang menemukan bahwa orang kelebihan berat badan yang mengonsumsi susu atau produk susu lainnya, 70% lebih kecil kemungkinannya untuk mengembangkan resistensi insulin dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsinya. Hal ini karena laktosa, protein, dan lemak dalam produk susu dapat memperbaiki gula darah dengan dan memperlambat konversi gula makanan ke gula darah.

3. Penuhi Kebutuhan Magnesium

Sebuah studi yang melibatkan wanita menemukan bahwa asupan tinggi magnesium dapat mengurangi risiko diabetes sebesar 10% secara keseluruhan, dan sekitar 20% pada wanita kelebihan berat badan. Anda bisa memenuhi kebutuhan magnesium dengan mengonsumsi alpukat, bayam, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan ikan.

4. Konsumsi Kayu Manis

Dalam sebuah penelitian di Pakistan, orang dengan diabetes tipe 2 yang mengonsumsi 1 g/ 3 g/ 6 g kayu manis diketahui mengalami penurunan kadar gula darah mereka antara 18-29% tergantung dari jumlah yang dikonsumsi. Tentunya bukanlah hal yang sulit untuk mencari kayu manis. Anda bisa menambahkan kayu manis dalam kopi, teh, ataupun yogurt.

5. Cukup Tidur

Sejumlah penelitian telah menemukan bahwa kurang tidur memiliki efek yang serius terhadap gula darah dan tingkat insulin dalam tubuh anda. Maka dari itu penuhi kebutuhan tidur yang cukup yakni sekitar 6-8 jam.

6. Pangkas Lemak Jenuh

Hasil dari sebuah studi di Amerika yang melibatkan 3000 orang menunjukkan bahwa anda memiliki kesempatan yang jauh lebih tinggi untuk terkena diabetes jika anda memiliki tingkat lemak jenuh dalam tubuh anda. Oleh sebab itu, hindari atau setidaknya kurangi makanan-makanan yang tinggi akan lemak jenuh.

7. Jalan Kaki

Sebuah studi skala besar di Amerika menunjukkan bahwa berjalan 2 km sehari akan mengurangi risiko kematian akibat diabetes. Selain itu, penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa berjalan 10 km dalam seminggu juga akan mengurangi kesempatan kematian akibat penyakit jantung sebesar 34% pada penderita diabetes.

8. Konsumsi Grapefruit

Orang Indonesia mungkin masih asing dengan buah ini. Namun grapefruit termasuk dalam golongan buah jeruk. Buah ini mungkin mirip seperti jeruk Bali, namun grapefruit mempunyai daging berwarna merah keunguan dan kulit berwarna oranye. Kembali ke topik gula darah, peneliti Amerika melakukan penelitian terhadap 50 pasien obesitas yang diminta untuk mengonsumsi setengah buah grapefruit sehabis waktu makan selama 12 minggu dan membandingkannya dengan kelompok yang tidak mengonsumsinya. Pasien yang makan grapefruit rata-rata mengalami penurunan berat badan sebesar 1,6 kg. Mereka juga memiliki level insulin dan glukosa yang lebih rendah setelah makan, menunjukkan metabolisme gula yang lebih efisien.

9. Konsumsi Legume

Legume termasuk dalam keluarga kacang-kacangan. Contoh legume atau kacang-kacangan yang populer adalah kacang tanah, kacang lentil, buncis, kacang hijau, kacang merah, kacang polong, kacang kedelai, dan lain sebagainya. Penelitian menunjukkan bahwa makan 75 g kacang-kacangan sehari bisa menstabilkan gula darah dan insulin anda.

10. Rilekskan otot tubuh

Sebuah penelitian menemukan bahwa setelah menegangkan otot tubuh selama 10 menit setiap hari, kemudian merilekskannya, secara signifikan dapat memperbaiki kadar gula darah terutama pada orang yang gula darahnya tinggi.
referensi : via health24.com | 

Intermezzo

Travel

Teknologi